CSS Validity

CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity

 

 

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday409
mod_vvisit_counterThis Month14057
mod_vvisit_counterLast Month17738
mod_vvisit_counterAll days636653

We have: 5 guests, 2 bots online

Flag Counter

   
     
   

FESTIVAL MUSIK PATROL 2015

16 JUNI 2015

A. MAKSUD KEGIATAN

  1. Melestarikan keberadaan musik patrol / malang street percussion festival sebagai media pemersatu yang dapat memperkokoh semangat, persatuan kesatuan serta menunjukkan jati diri / entitas “malangan” masyarakat bhumi arema ;
  2. Memberi

B. TUJUAN KEGIATAN

  1. Menciptakan salah satu daya tarik dan atraksi wisata di kota malang yang diharapkan akan memberikan kontribusi langsung dan tidak langsung terhadap sektor pariwisata di kota malang;
  2. Menjadikan street percussion festival sebagai salah satu branding / entitas atraksi wisata kota malang yang tidak ada/tidak terdapat di destinasi-destinasi lain di indonesia ;
  3. Menjadikan street percussion festival sebagai annual event yang dilaksanakan setiap tahun dengan eskalasi penyelenggaraannya yg terus meningkat hingga pada tingkat internasional ;
  4. Secara multiplier effect diharapkan akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kota malang

C. KEMASAN KEGIATAN

  1. Pelaksanaan Festival Akan Dikemas Kedalam Kegiatan Parade/Pawai Mengunakan Kendaraan Hias / Sarana Lainnya Dengan Cara Berkeliling/Mobile Sepanjang Jalan Besar Idjen (Rute Yang Ditentukan) ;
  2. Street Percussion Festival Adalah Ensamble Ritme Yang Rancak Yang Menonjolkan Keterpaduan Antara Dentuman Perkusi, Keserasian, Kekompakan Lagu Dan Gerak / Gesture / Tari, Serta Keindahan Dekorasi Pada Kendaraan Atau Sarana Sejenis.

D. PESERTA KEGIATAN

  1. Grup / komunitas musik patrol kota malang
  2. Karang taruna kelurahan
  3. Peserta luar kota malang
  4. Satu peserta tamu kehormatan dari komunitas agama hindu dengan kereta jagathnata yang membawa anggota sebanyak 400 orang. yang datang dari berbagai daerah di indonesia dan berbagai negara. mereka jauh-jauh datang ke kota malang untuk berpartisipasi menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1436 h bagi umat islam di malang. hal ini mencerminkan perwujudan toleransi beragama di indonesia.

E. WAKTU KEGIATAN

Tempat : START : Jl. Ijen Malang FINISH : Jl. SImpang Balapan
Tanggal : 14 Juni 2015
Pukul : 19.00 WIB

 

 

KOLEKSI BCB : GANESYA

15 JUNI 2015

No. Inventaris : 42/ Kota Malang
Nama Benda : Ganesya
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 60 cm L. 48 cm Tb. 28 cm
Asal : Tidak diketahui

Digambarkan duduk dengan sikap tangan depan diduga dhyana mudra (telapak tangan tersebut aus), sementara kedua tangan belakang yang kanan membawa kapak (parasu), sedang tangan kiri membawa tasbih (aksamala). Keistimewaan Ganesya ini memakai baju rompi dengan motif bulatan kecil, dan seperti arca Ganesya no. inventaris 20/Kota Malang, arca ini berbelalai sangat pendek.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 

KOLEKSI BCB : DEWI KESUBURAN (SRI/LAKSMI)

15 JUNI 2015

No. Inventaris : 41/ Kota Malang
Nama Benda : Dewi Kesuburan (Sri/Laksmi)
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 140 cm L. 59 cm Tb. 39 cm
Asal : Jl. Muharto G. VI RT 13 RW 07 kel. Jodipan Malang.

Digambarkan dengan posisi berdiri tegak lurus (samabhangga). Kedua tangan dengan sikap memegang buah dada (stanadwayamudra), yang merupakan jalan air (pancuran). Jadi rupa-rupanya arca dewi ini berhubungan dengan patirthan. Arca-arca semacam ini dapat dijumpai pada patirthan Belahan (Pandaan) atau patirthan Goa Gajah Bedulu Bali. Memang bukan merupakan kepastian bahwa arca pancuran semacam ini adalah penggambaran dewi Laksmi. Namun demikian tokoh yang selalu berhubungan dengan air suci (amerta) adalah Laksmi, isteri Wisnu. Dalam suatu riwayat ‘samodramanthana’ disebutkan bahwa salah satu yang keluar dari lautan susu (ksirarnawa) adalah Laksmi. Karena patirthan pada umumnya dibangun berhubungan erat dengan kepercayaan terhadap air suci (amerta), maka dewi yang dihubungkan dengan amerta tidak ada lain kecuali Laksmi. Dilihat dari teknis mengalirkan air melalui payudara, mencerminkan kepada kepercayaan tersebut. Air dari mata air dialirkan melalui payudaranya, identik dengan sebuah ksirarnawa (lautan susu) yang mengeluarkan amerta.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 


Page 4 of 42
       
 
CSS Validity