CSS Validity

CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity

 

 

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday617
mod_vvisit_counterThis Month12032
mod_vvisit_counterLast Month27826
mod_vvisit_counterAll days526260

We have: 2 guests, 1 bots online

Flag Counter

   
     
   

SUZTER SCHOOL, COR JESU, BIARA URSULIN

17 September 2014

Suzter School, Cor Jesu, Biara Ursulin

Jl. J A Suprapto No 55 Malang 65112

Saat tiba di gerbang COR JESU BUILDING kesan yang pertama kali muncul dari bangunan ini adalah tertutup. Bangunan luar seperti melindungi sesuatu yang ada di dalamnya. Ada dua gerbang utama di gedung ini. Pintu sebelah selatan di atas pintu masuk tertulis SMPK COR JESU. Pintu ini merupakan akses masuk utama untuk siswa SMPK Cor Jesu melakukan kegiatan. Sedangkan pintu sebelah utara bertuliskan BIARA URSULIN, kedua pintu ini menjadi akses utama masuk ke daerah keseluruh bangunan. Luas bidang bangunan ini mencapai 22 ha. Bata Ekspose sangat mencolok dan menarik perhatian karena berbeda dengan bangunan di sekitarnya.

When arrived at the gate COR JESU BUILDING, first impression from the building is enclosed. The outside seems like protect something within it. There are two gates in this building. South door which above entrance written “SMPK COR JESU”. It is the main access for students to do activity. While the north door written “URSULIN MONASTERY”, those both doors become main access get in the whole building. Vast areas of the building is reached 22 hectare. Expose brick attract attention because it is different with other building.

Suzter School (Biara Ursulin, Smu Katholik Cor Jesu) merupakan sebuah komplek bangunan yang berisi asrama, sekolah biarawati dan biara. Kapel Biara khusus suzter berada di tengah komplek. Arsitektur bangunan ini di rancang oleh biro arsitek Ed. Cuypers & Hulswit yang berkedudukan di Batavia. Gaya arsitektur yang di pakai adalah KOLONIAL AWAL MODERN ini dapat dilihat dari denah denah bangunan yang mempunyai pola simetri yang kuat. Bangunan ini memiliki corak elemen arsitektur yang sama dengan bangunan yang ada di Belanda, tetapi yang menarik disini bangunan ini sangat memperhatikan iklim tropis kelembapan suhu yang ada di sini. Ini dapat dilihat dari tinggi bangunan dan ventilasi yang ada di sekeliling gedung ini.

Suzter School (Ursulin Monastery, Cor Jesu Catholic High School) is a complex of buildings which contain domitory, school of nun and monastery. Especially the leader of monastery is in the middle of complex. The architecture of the building designed by the architect Bureau Ed Cuypers & Hulswit, based in Batavia. The architectural style used was early modern colonial can be viewed from the sketch of building which has a strong symmetry pattern. This building has the same architectural elements with the buildings that were in the Netherlands, but the interesting thing here is very concerned about building tropical climate temperature humidity here. It can be seen from m the height of the building and ventilation that surroundings the building.

Bentuk simetris dari bangunan ini mengisyaratkan sebuah benteng yang tertutup seolah melindungi keberadaan siswa yang tinggal di dalam gedung ini. Tertutup, kokoh dan tetap indah sebuah kombinasi yang menarik.

Bentuk yang menyerupai benteng ini ideal karena pada masa itu merupakan masa peperangan. Batu bata yang di ekspose sangat menonjol member kesan kokoh. Batu bata ini didatangkan langsung dari Belanda dan masih terawat dengan baik hingga sekarang.

A form resembling the fort was ideal because it was during the war. Bricks were exposed very prominent member the impression of sturdy. This brick was imported directly from the Netherlands and still manicured well until now.

Pada masa pembangunan cor jesu mengikuti tren yang sedang di sukai di Eropa. Pada masa itu detail bangunan sangat popular. Detail ini dapat anda lihat di sekitar luar bangunan dan elemen interior yang ada. Cor jesu merupakan salah satu bangunan kolonial yang masih terjaga kelestariannya. Bentuk material bangunan dan konstruksinya masih sama pada masa pembangunannya.

During the building of Cor Jesu follow the trend liked in Europe. At that time the detail of building was very popular. You can see the detail around outside of a building and elements of the interior that exist. Cor Jesu is one colonial building that still awaked the sustainability. The form of the material building and construction is still same at the time of the construction.

 

TOKO SEMARANG, TOKO AVIA

17 September 2014

Jl. J A Suprapto
Di sebelah selatan bangunan Frateran School terdapat sebuah kompleks pertokoan yang dulu disebut Wingkel Complek Lux. Komplek pertokoan ini mulai dibangun sejak tahun 1930. Perkembangan pertokoan di Kayutangan member pengaruh yang baik terhadap keberadaan komplek toko di kawasan Celaket ini.

On the south side of the Frateran School building there is shopping complex which called “Wingkel Complek Lux”. It began built since 1930. Development of the shopping complex in Kayutangan gives positive impact towards the existence of it in Celaket district.

Toko Semarang merupakan salah satu toko yang bajyak di kunjungi oleh kaum Eropa pada saat itu. Sekarang kompleks toko ini berubah nama menjadi komplek toko Avia. Bangunan toko Avia ini masih sama seperti pada masa kolonial dulu. Renovasi yang dilakukan tanpa mengubah bentuk asli bangunannya. Tidak hanya bangunan yang dipertahankan bentuknya. Coba anda perhatikan jam penunjuk arah yang ada di depan toko Avia. Jam penunjuk arah tersebut masih utuh, sama seperti dulu. Keberadaan jam penunjuk arah menjadi salah satu landmark yang ada di Kota Malang.

Semarang trade is one of shopping complex the much visited by European at that time. Nowadays, it changed the name as shopping complex Avia. It is still the same like colonial era in the past. A renovation that had done without changed the origin of the building shape. No one changed, because the originality saved. Let’s pay attention on indicator clock next to Avia store. It is still intact, like used to. The existence of the indicator clock becomes one of landmark in Malang.

 

KIRAB BUDAYA, PAWAI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNGAN 2014

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival dan Kirab Budaya, Pawai Pembangunan dan Pendidikan Tahun 2014. Acara ini sebagai rangkaian merayakan HUT ke-69 Kemerdekaan RI. Kirab budaya mengambil start dari bundaran Alun-Alun Tugu, kemudian melintasi Jalan Majapahit, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Semeru, dan berakhir di Stadion Gajayana. Dalam kirab budaya tersebut, ratusan peserta dari berbagai instansi mengenakan busana kebesaran kerajaan dan adat istiadat Indonesia. Mereka berjalan kaki menyusuri rute-rute yang dilalui.

Sementara itu, rute pawai pendidikan dan pembangunan yang berisi mobil-mobil hias mengambil start dari Balai Kota Malang. Kemudian, iring-iringan mobil hias melintasi Jalan Majapahit, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Letjend S. Parman, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan A. Yani, Jalan Borobudur, dan berakhir di Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) di Jalan Soekarno-Hatta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, M.Si menyebut, kirab budaya serta pawai mobil hias diikuti berbagai instansi di Kota Malang. "Kami melibatkan semua masyarakat. Mulai siswa sampai institusi perbankan". Kami pun bersyukur karena antusiasme masyarakat begitu tinggi. Selain pengunjung kirab dan pawai budaya berjubel, peserta melebihi target. Panitia sebetulnya mendaftar 30 kelompok kirab dan 58 mobil hias yang ikut. ’’Tetapi, yang tampil adalah 33 peserta kirab dan 66 mobil hias. Banyak peserta yang mendaftar secara mendadak,’’ terangnya.

Untuk mendukung kegiatan ini Dishub akan melakukan sistem buka tutup di beberapa titik untuk mengantisipasi kemacetan saat dilaksanakan kirab budaya dan pawai pembangunan.

 

RUTE KIRAB BUDAYA, PAWAI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNGAN

 


Page 4 of 19
       
 
CSS Validity