CSS Validity

CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity

 

 

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday162
mod_vvisit_counterThis Month11678
mod_vvisit_counterLast Month14685
mod_vvisit_counterAll days498080

We have: 6 guests, 1 bots online

Flag Counter

   
     
   

GALERI KAKANG MBAKYU KOTA MALANG 2014

1 Oktober 2014

RAPAT PERSIAPAN

Foto by Danny Photography

 

TUGU ALUN - ALUN BUNDER

30 September 2014

Jl. Tugu

Pembangunan Balai Kota dilaksanakan Tahun 1927 sampai tahun 1929, dan mulai ditempati September 1929 oleh walikota kedua Ir. EA Voorneman. Bangunan balaikota terdiri dari dua lantai. Orientasi bangunannya menghadap Utara-Selatan dan berbentuk simetri dengan pintu utama tepat berada di tengah. Semua lalu lintas harus melalui pintu utama. Ruang Walikota dirancang sendiri oleh C. Citroen dari Surabaya yang sampai sekarang masih terlihat megah. Bahan-bahan kayunya menggunakan jati putih, sedangkan kursinya diberi bekled dari kulit kaleb kuning. Bangunan yang tetap dipertahankan keasliannya ini menjadi bangunan cagar budaya di Malang yang dirancang bersama-sama para arsitek terkenal di Jawa saat itu. Interior balai kota masih terawatt dengan baik. Kayu pada daun jendela dan pintu masih terjaga dengan baik demikian dengan sistem kuncinya. Detail interior masih mempertahankan komposisi kolonial. Langit-langit bangunan dengan motif yang sederhana tetap terlihat menonjol. Saat terbaik untuk menikmati pemandangan di balai kota adalah saat sore hari. Saat senja tiba lampu balai kota mulai dinyalakan, air mancur ditugu mulai menyala dengan lampu sorot menambah dramatis pemandangan. Anda dapat memasuki kawasan Balai Kota dengan izin penjaga di pos penjaga di sebelah kiri bangunan Balai Kota, dengan sambutan hangat penjaga akan memberikan arah kepada anda. Kalaupun ada pemeriksaan barang bawaan itu merupakan prosedur keamanan.

The building of city hall was held on 1927 until 1929, and started to be occupied on September 1929 by the second mayor Ir. EA Voorneman. City hall building consists of two floors. The orientation of the building overlooks north-south and shaped symmetry with the main door right in the middle. All traffic must go through the main door. Mayor’s space was designed by C. Citroen from Surabaya which until now still looks luxurious. Wooden materials using teak white. The building that is retained its authenticity is a heritage buildings in Malang designed together by famous architects in Java that that moment. The Interior of the City Hall (Balaikota) is still well maintained. Wood at doors and windows still well maintained thus with its system of key. Detail of the interior still retains a colonial composition. Ceiling of the building with simple motive still looks prominent. The best moment to enjoy view at City Hall is in the afternoon. When the dusk comes, City Hall lights started to turned on, the fountain on Tugu spout out with spotlight add dramatic scenery. You can enter the City Hall with permission of the guard in sentry on the left of City Hall building, with a warm welcome the guards would give the direction to you. If there is checks (inspection) stuff that is a security procedure.

Monumen tugu terletak di Jl. Tugu di depan Balai Kota Malang. Monumen Tugu merupakan salah satu bangunan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda. Moonumen Tugu adalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Dikelilingi oleh Taman yang sanagt indah dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar. Di samping taman ini terdapat banyak pohon-pohon Trembesi yang sangat tua umumnya. Tugu yang berada di bagian tengah Alun-alun dibangun pada tahun 1945 walaupun masih berupa pondasi. Tugu ini pernah dihancurkan Belanda ketika mereka menguasai Kota Malang. Pada tahun 1952 tugu ini dibangun kembali dan diresmikan oleh presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Monumen Tugu merupakan saksi sejarah perkembangan kota Malang dari masa kolonial hingga sekarang. Di Monumen Tugu ini biasanya masyarakat melakukan aktivitas rekreasi atau sekedar berteduh di bawah pohon-pohon besar yang rindang, menikmati indahnya Monumen Tugu Malang dan melihat kolam serta bunga-bunga teratai yang bermekaran.

Tugu monument located on Tugu street in front of the City Hall Malang. It is one of heritage from the Dutch colonial government. Tugu monument is a former of Governor-General of the Dutch East Indies Park JP Zoen Coen. Surrounded by a beautiful garden with lotus flowers are always in bloom. Beside this beautiful garden there are Trembesi trees that very old. Tugu which in the middle of City Hall was built on 1945 although shaped foundation. The monument was ever destroyed by the Dutch when they were rule the city. In 1952 it re-built and authorized by President Soekarno on Mei 20, 1953. It was a witness history of the development of Malang from colonial era until now on. On Tugu monument usually people doing recreation activity or just to need shelter under the big trees which leafy and enjoy how beautiful the monument and see the pool and lotus flowers blooming.

Sumber : Malang Colonial City Tour, Yayasan Inggil

 

TUGU BALAI KOTA MALANG

29 September 2014

Jl. Tugu no 1 Malang

Sebelum tahun 1914 Malang masih merupakan daerag dari Keresidenan Pasuruan dan kekuasaan tertinggi kota Malang adalah Assisten Residen yang kantornya di selatan Alun-Alun (sekarang kantor Perbendaharaan dan Kas Negara). Setelah kota Malang dinaikkan statusnya menjadi Gemeente (Kotamadya) tanggal 1 April 1914, Kota Malangberhak memerintah daera sendiri dengan dipimpin oleh seorang Burgemeester (Walikota). Jabatan walikota waktu itu dirangkap oelh Assisten Residen sampai tahun 1918, baru tahun 1919 Malang mempunyai walikota pertama HI Burgemeester.

Prior to 1914 the area of Malang still a residency of Pasuruan and supreme power of Malang is the Assistant Resident, the office in southern Square (now the office of Treasury and State Treasury). After being promoted its status into Gemeente (Municipality) on April 1, 1914 Malang has the right to govern their own territory led by a Burgemeester (Mayor). The position of mayor at that time was assumed by the Assistant Resident until 1918, and then in 1919 Malang had first mayor HI Burgemeester.

Alun-Alun lama sebagai symbol pemerintahanlam di anggap sudah tidak memiliki gaya pemerintahan baru yang lebih modern dan diusulkan untuk membuat daerah pusat pemerintahan baru yaitu di daerah JPCoen Plein karena lapangan tersebut berbentuk bundar maka disebut Alun-Alun Bundar. Pda 26 April 1920 dibuat perencanaan perhiasan kota yang di dalamnya termasuk pembangunan gedung Balai Kota sebagai tempat pemerintahan yang baru. Gagasan perencanaan itu timbul setalah walikota mengadakan sayembara perencanaan Balai Kota Malang dengan juri Ir. W. Lemei, Ir. Ph. N. Te Winkel dan Ir. A. Grunberg. Dari 22 peserta lomba, tidak ada satupun yang memenuhi syarat. Maka, pada tanggal 14 Februari 1927 diputuskan oleh dewan kota agar rancangan yang paling baik diadakan perubahan dan segera dilaksanakan pembangunan dengan anggaran F.287.000. Rancangan yang akhirnya dipakai adalah karya HF Horn dari Semarang dengan motto: Voor de burgers van Malang (untuk warga Malang).

Old square as a symbol of the old government considered that it did not have a new government style which more modern and proposed to create center government area in JPCoen Plein because the field is a typical of circle so it called as Alun-Alun Bundar. On April 26, 1920 the government made a city jewelry planning which include a building of City Hall as new government place. The concept appeared after the mayor held planning contest about City Hall of Malang with judges Ir. W. Lemei, Ir. Ph. N. Te Winkel and Ir. A. Grunberg. 22 participants, none are eligible. Well, on February 14 1927 decided by city council in order to the best planning would be changed and implemented the building with budget calculation F.287.000. The draft finally adopted was the work of the HF Horn from Semarang with the motto: Voor de burgers van Malang (for Malang citizens).

Kawasan ini merupakan kawasan yang paling bersejarah di Kota Malang. Karena keberadaannya yang menjadi pusat pemerintahan sejak zaman kolonial hingga sekarang. Kawasan pusat pemerintahan ini terdapat gedung Balai Kota Malang, merupakan salah satu landmark Kota Malang.

It is the most historical place in Malang city because it’s as central government since the colonial until now. The administrative center is the City Hall of Malang, is one of the landmarks of the city of Malang.

Sumber : Malang Colonial City Tour, Yayasan Inggil

 

40 BESAR KAKANG MBAKYU KOTA MALANG 2014

28 September 2014

KAKANG

13 Maulana Rizqi
19 Hengky Prayoga
33 Dyllan Naufal Azmi
39 Muammar Surya
47 Itqon Harokah
55 Satrio Budi P.
57 Eka Satria Putra
63 M. Hasby Pratama
69 Danang Ariyanto
83 Adhiatma Pradipta
89 Rizky Emirdhani
93 Yulianto
95 Sura Cahya M.
97 Anggara P.
103 Reyvan Aldin
105 Anggun Rendra A.
107 Sholikul Anwar
109 Aldin Fakhruddin
111 Yoppy Kurniawan S.
119 Dewangga Priambodo

MBAKYU

2 Citra Intan
6 Sharira Ramadhani
8 Adisty Frisca T.
12 Inez Imelda
14 Marvelina Gracia H.
22 Lydia Alessia
24 Chalifah Nur Febriana
28 Sincletica Margareth U. P.
32 Fiska Rostria Widenda
100 Ardissa Ditrisia
108 Aminiar Nur H.
110 Nadiya Auliya
128 Risani Atia
138 Arista Damelia T.
152 Candy Vicha Natalia
156 Mega Ayu Bunga Dewi
166 Okky Kurnita R. D.
198 Kurniasari Dewi P.
206 Nita Kurniasari
218 Shelvana Tri Utami

BAGI PESERTA YANG NAMANYA TERCANTUM DIATAS DINYATAKAN LOLOS KE TAHAP SEMIFINAL (40 BESAR) KAKANG MBAKYU KOTA MALANG 2014. WAJIB MELAKUKAN KONFIRMASI MELALUI SMS DENGAN FORMAT:

KAKANG (spasi) NO. PESERTA ATAU MBAKYU (spasi) NO. PESERTA
KIRIM KE KAKANG VANOU (083834786500)

KONFIRMASI DITUNGGU MALAM INI SAMPAI PUKUL 22.00 WIB
KEPUTUSAN DEWAN JURI BERSIFAT MUTLAK DAN TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT. DITETAPKAN DI MALANG, 28 SEPTEMBER 2014 PUKUL 13.00 WIB.

 

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 17
       
 
CSS Validity