CSS Validity

CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity CSS Validity

 

 

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday416
mod_vvisit_counterThis Month14948
mod_vvisit_counterLast Month14922
mod_vvisit_counterAll days619806

We have: 9 guests online

Flag Counter

   
     
   

KOLEKSI BCB : DURGAMAHISASURAMARDINI

27 MEI 2015

No. Inventaris : 17/ Kota Malang
Nama Benda : DURGAMAHISASURAMARDINI
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 50 cm L. 25,5 cm Tb. 14 cm
Asal : Tidak diketahui

Arca ini digambarkan dalam posisi berdiri tegak lurus (samabhangga) di atas seekor lembu. Bertangan delapan dengan senjata-senjata yang dibawanya tidak jelas (aus). Arca Durgamahisasuramardini selalu diletakkan di suatu bangunan candi relung sebelah utara menghadap ke utara. Semua candi Hindu di Indonesia (terutama di Jawa) penempatan arca tersebut selalu berada di dinding sisi utara. Menyertai arca dewa Siwa yang berada di dalam ruang utama bangunan candi, bersama-sama dengan dewa Ganesya di timur atau di barat, dan Siwa Mahaguru atau Agastya di selatan.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 

KOLEKSI BCB : TOKOH DEWA

27 MEI 2015

No. Inventaris : 16/ Kota Malang
Nama Benda : TOKOH DEWA
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 39 cm L. 36 cm Tb. 23 cm
Asal : Tidak diketahui

Arca ini digambarkan dalam posisi duduk ‘wirasana’. Dua tangan berada pada posisi bersemadi (dhyanamudra) di depan perut. Di atas kedua telapak tangan yang bertumpu tersebut terdapat bunga teratai merah (padma). Figur tokoh jenis ini diduga tokoh dewa yang masuk dalam kelompok ‘astadikpalaka’, yaitu delapan dewa penjaga mata angin. Di Jawa tokoh astadikpalaka ini disesuaikan dengan konsep ‘nawasanga’, karena di Jawa sistem yang dipakai yang paling kuat adalah Hindu Siwasidhanta yang menempatkan Paramasiwa sebagai dewa yang tertinggi dan berkedudukan di pusat, maka astadikpalaka tersebut masing-masing adalah: Iswara di timur, Rudra di tenggara, Brahma di selatan, Maheswara di barat daya, Mahadewa di barat, Sangkara di barat laut, Wisnu di utara, serta Sambu di timur laut. Berbeda dengan konsep kosmologi Hindu yang menempatkan gunung Meru (kahyangan) sebagai pusat alam semesta, maka astadikpalakanya adalah: Indra di timur, Agni di tenggara, Yama di selatan, Neriti di barat daya, Varuna di barat, Vayu di barat laut, Kuvera di utara, serta Isana di timur laut.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 

KOLEKSI BCB : JALADWARA

27 MEI 2015

No. Inventaris : 15/ Kota Malang
Nama Benda : JALADWARA
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 39 cm P. 51 cm Lb. 21 cm
Asal : Tidak diketahui

Jaladwara merupakan fragmen bangunan secara teknis digunakan untuk saluran air. Dengan demikian benda ini selalu berhubungan dengan bangunan air (patirthan). Bagi bangunan candi yang besar seperti Borobudur dan Prambanan, perlu adanya ‘jaladwara’ sebagai jalan pembuang air dari lantainya apabila hujan. Namun pada umumnya fragmen jaladwara ini sering digunakan berhubungan dengan bangunan patirthan, seperti candi Songgoriti, situs candi di ‘Karuman’, dan sebagainya. Oleh karena berhubungan dengan air, maka motif pada jaladwara umumnya bermotif ‘makara’, yaitu hewan air ajaib dalam kesenian Hindu.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 

KOLEKSI BCB : SIWA MAHAGURU

27 MEI 2015

No. Inventaris : 14/ Kota Malang
Nama Benda : SIWA MAHAGURU
Bahan : Batu Andesit
Ukuran : Tg. 58 cm L. 28,5 cm Tb. 14 cm
Asal : Tidak diketahui

Arca ini digambarkan berdiri tegak lurus (samabhangga). Tangan kanan membawa tasbih (aksamala), tangan kiri membawa kendi berisi amerta (kamandalu), sementara pada sandaran sebelah kanan terdapat senjata trisula. Siwa Mahaguru atau juga disebut Agastya adalah sosok resi yang sering dihubungkan dengan dewa Siwa. Oleh karena itu ‘trisula’ sebagai lambang dewa Siwa selalu berada di sisinya. Ada yang menganggap tokoh Siwa Mahaguru adalah Siwa sendiri sebagai ‘daksinamurtti’, yaitu ahli semadi dan guru dunia. Ada pula yang beranggapan itu adalah resi Agastya, salah satu siswa dewa Siwa yang paling dicintai.

Sumber : Kepurbakalaan di Kota Malang Koleksi Arca dan Prasasti

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 31
       
 
CSS Validity